Jumat, 17 Mei 2013

Kerja bareng Allah swt

( serial sukses dengan tauhid bag: 4 )

 Kenapa orang –orang israil selalu jaya. Bukankah dia orang yang selalu mendzolimi orang lain. Terhusus terhadap orang islam. Dimanakah Allah swt? Bukankah Dia dzat yang maha perkasa dan maha mengetahui segala sesuatu. Lalu kenapakah orang yang jahat dibiarkan menguasai dunia?
Berapa pertanyaan mengalir memualai pengajian tauhid. Yang menarik untuk dimusyawarahkan adalah pertanyaan apakah Allah bisa ‘melenyapkan’ orang yang jahat. Kalau bisa, kenapakah orang – orang yang menghina islam, orang – orang yang sudah sangat menganiaya seperti israel yang begitu bengis terhadap palestina masih tetap berjaya. Masalah ini memang menjadi pembahasan yang menarik, karena merembet zona ‘gelap’:taqdir. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Berkaitan dengan’membiarkan’ orang – orang yang berbuat dzalim dimuka bumi, kalau kita teliti secara seksama dengan bantuan petunjuk al-qur’an, maka akan kita temukan bahwa Allah akan membantu umat islam jika umatnya terlebih dulu membantu diri sendiri dengan cara mengerjakan apa – apa yang harus dikerjakan. Bahwa ada ‘m0u’ antara Allah dengan hambanya dalam perjalanan di dunia. Mari lihat Q.S. 1 : 49

“ Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.”
Juga Q.S.44:30, Q.S.  41:18, Q.S. 20 : 40, Q.S. 10 : 73, Q.S. 21 :71, 74,76,88

Kami selamatkan kamu semua. Ungkapan Allah menggunakan kami banyak ditemui dalam al-qur’an. Sebagaimana saat Allah menyelamtkan Nabi Musa dan umatnya dari kekejaman Fir’aun, saat Allah mengangkat nabi Daud menjadi khalifah. Kata kami, sejatinya diperuntukan untuk pembicara lebih dari satu. Tetapi kenapa Allah memilih kata ‘kami’ padahalkan Allah itu esa. Dari sini pembahasan ini dimulai. Berpijakan dengan keyakinan bahwa seluruh yang ada dalam alqur’an adalah mu’jizat, besar harapan kita juga merasakan kemukjizatanya lewat penyampaian Allah menggunakan ‘kami'. Penyampaian pembicara dengan menggunakan dlomir naa sighot mutakalim ma’al ghoir
Gampangan ngomongnya Allah menunggu kita berusaha terlebih dulu barulah menunjukan kekuasaanya. Kalau orang – orang yang jahat ingin dihilangkan, maka jelas dibutuhkan usaha secara dunia dulu baru Allah akan membantu.  Tidak cukup hanya berdoa dan mengharap Allah mengadzab mereka. Ingat bahwa Allah tidak langsung melenyapkan Fir’aun dan tentaranya di dalam kerajaanya, melainkan setelah ada usaha Nabi Musa dan kaumnya ‘menyeret’ Fir’aun ke arah lautan. Setelah samapai ke tengah laut baru Allah melenyapakanya. Itulah m0u dalam kehidupan dunia. Karenanya tidak pantaslah mengharap israel di adzab oleh Allah begitu saja dengan duduk-manisnya kita. Bukan Allah tidak mampu tetapi memang sudah ada m0u-nya. Kalau Allah meng-adzab langasung kepada orang – orang dzalim dengan tanpa ada usaha dari orang yang terdzalimi berarti al-qur’an tadi disangsikan kemukjizatanya. ( menggunakan kata kami berarti Alllah memberi kesempatan kepada manusia
Demikian itu juga berlaku terhadap semua hal yang ada di dalam kehidupan dunia. Begitu juga dengan kesuksesan. Orang yang menginginkan kesuksesan tidak boleh menunggu kesuksesan datang menghampirinya, menunggu Allah memberikan kesuksesan ditempat tidurnya. Gunakan segala kemampuan yang telah diberikan Allah untuk ‘menyeret’ kesusesan tersebut agar Allah swt mengasihkanya. Bagi sebagian umat islam yang masih mempunyai pemahaman, perasaan bahwa Allah maha pengasih sehingga tidak usahlah capai - capai bekerja, berarti ia menyalahi aturan Allah di dunia. Menyalahi aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah, maka resikonya orang tersebut mendapati lebel dalam dirinya ‘orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri’. Baca Q.S .65:1         Yah rugi sendiri. Ndak percaya? Coba saja tidak pernah berusaha mencari rezeqiNya. Apakah akan datang rezeqi dari langit? Menganiaya dirinya itu yang akan dirasakan. Bagaimana tidak teraniaya, orang dia masuk golongan orang – orang yang kalah, orang –orang yang tidak sanggup mewarnai sekitarnya. Namun sungguh sangat disayangkan kebanyakan kalau sudah’kalah’ melemparkanya kepada Allah dengan berbagai alasan. “ sudah taqdirnya saya miskin, saya tidak sukses.” Alangkah lebih baik dia mengoreksi apa yang salah pada dirinnya.seterusnya memperbaiki diri dan tentunya harus sadar juga bahwa Allah maha menepati janji.
Mengerti bahwa Allah menggunakan sifat ar’rahman dalam kehidupan dunia, sesuai pendapat para ahli tafsir dalam menafsiri bismillahirrahmanir ahim, juga menjadi penyebab seseorang akan giat ‘bekerja sama’ dengan Allah. Arrahman berarti pengasih di dunia. Artinya siapa yang ada di dunia pasti akan dikasih tidak pandang dia taat atau tidak. Namun tentunya mereka yang mengikuti aturan main di dunia. Aturan main dunia coba perhatikan Q.S. Huud: 93
  
"Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, Sesungguhnya akupun berbuat (pula). kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. dan tunggulah azab (Tuhan), Sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu."

 Ayat pertama sangat jelas Allah memberi tahu bahwa Dia akan bekerja setelah manusia membantu dirinya dengan cara bekerja pada tempatnya. Tempatnya bisa diartikan apa – apa yang telah ia ketahui. Jelasnya begini, apabila seseorang bekerja dan pekerjaanya sesuai yang telah ia kuasai ( ini ta,wilan lafadz makanatikum), maka Allah akan bekerja dan seterusnya “fasaufa ta,malun” kalian akan melihat. Melihat apa? Melihat hasil menakjubkan yang lahir dari “kerja bareng” antara seorang hamba dengan Tuhanya. Pondok Pesantren yang saya dirikan berawal dari terus menerusnya saya dan kawan – kawan bermusyawarah mendalami tauhid. Tidak disadari, bahkan terdetak dalam hati pun tidak , keistiqomahaan pengajian tersebut adalah “usaha menyeret” keberuntungan lainya: berdirinya Pondok Pesantren. Tidak berlebihan kalau ahirnya saya mengucapkan ‘subhanallah’. Berdirinya Pondok Pesantren saya sudah cukup jadi bukti bagi saya, juga bagi anda,  bahwa allah adalah Dzat yang menepati janji. Tidak usah pun meminta, tetapi tetap harus meminta dong. Itu lebih baik, ternyata Allah tidak melupakan janji-janjinya yang tertera dalam al-Qur’an. Bahwa sangat wajar kalau israel dikasih banyak rezeqi, kata mas Ippo, pakar otak kanan, dalam bukunya yang mega best seller, mereka ngotot menjadi pengusaha. Sampai – sampai tesis para mahasiswa bukanlah menggunakan brendelan kertas, tetapi mendirikan perusahaan. Kita harus mengakui itu. Sorry bukan saya pendukung Israel, cuman berusaha memandang dengan objektif. Kembali pada masalah tafsir arrahman. Saya sangat setuju dengan tafsir tersebut. Keterangan itu menjadi jawaban dari ratusan pertanyaan yang nyelonong dalam hati. Pertanyaan kenapa mereka sukses padahal mereka adalah orang arang jauh dari Allah dengan sendirinya luntur. Lah ya lah, jahat atau baik asal masih di dunia yah harus terima terhadap m0u-nya dunia : siapa yang bekerja ia akan mendapat. Lain masalahnya kalau sudah di ahirat nanti. Disana baru Allah mengasihi siapa – siapa yang mengikut saja. Orang – orang yang tidak pernah mengikuti aturan Allah akan “klepek –klepek”.
Tidak usah jauh sampai ke israel. Di  sekitar kita saja, kalau mau meneliti lebih jauh, pasti akan ditemukan banyak ‘orang baik’ yang mengeluh tidak jauh dari itu. Mereka biasanya tidak sadar mengucapkan perkataan yang rawan menggelincirkan akidah, mana kala kesempitan hidup menghimpitnya bertubi – tubi. “kenapa yah si A yang tidak pernah sholat, tidak pernah puasa. Kerjaanya selalu main judi, main perempuan tetapi kok rezekinya banyak, sedangkan si Anu yang setiap hari rajin ke masjid. Sholat tidak pernah ditinggalkan kok hidupnya susah untuk sekedar menyekolahkan anak saja terasa megap-megap. Allah tidak adil?” begitulah kebanyakan orang yang merasa baik sering mengeluh.
Buku ini akan menjadi setitik cahaya dalam menjawab kegundahan dalam melangkah meniti jalan Allah. Memang memegang agama sampai nanti batas waktu yang sudah ditentukan  sangat berat. Godaan – godaan rasanya setiap saat semakin tambah berat. Disamping itu, buku ini juga bisa membuka wacana tentang “rahmatan lil alamin” nya syariat agama. Bahwaa kalau kita umat manusia mau mengikuti aturan – aturan yang telah ditetapkan oleh Sang Maha Tahu, Sang Maha pemurah, niscaya akan mendapati jalan terang dalam kehidupanya. Baik kehidupan di dunia (kehidupan sekarang ) maupun kehidupan ahirat ( kehidupan masa depan ). Mau bukti? tarulah ajaran agama yang berupa qonaah, menerima. Mempunyai sifat menerima terhadap apa-apa yang diberikan oleh Allah akan menghasilkan kekuatan sangat luar biasa. Jika hanya sepintas sifat ini terkesan menjadi penghambat  kemajuan dunia. Umumnya, kata para motifator, untuk maju dibutuhkan sifat tidak menerima dengan keadaan. Sepintas paradoks. Namun, sekali lagi jika mau mendalami dengan seksama dan memandang dengan cara berbeda, pasti akan ditemukan sifat menerima itu adalah rahmat besar bagi manusia. Coba perhatikan bukti – bukti berikut.
Di salah satu desa di Brebes, Jawa Tengah ada seorang yang sukses, setidaknya menurut orang setempat. Ia sukses bertani bawang merah. Kesuksesanya dikarenakan penerimaanya dia dengan apa yang ia bisa. Ia hanya bisa bertani. Tidak disadarinya, dengan sikap nerimo ing pandum, ia telah melaksanakan fokus didalam usaha. Padahal sudah sangat mafhum bahwa fokus dalam satu bidang adalah syarat kesuksesan. Dan terbukti dia sukses. Orang itu adalah saudara ipar saya.
Ajaran menerima apa saja yang diberi oleh Allah, alias qonaah,  mengandung energi keuletan.  Bukankah semua yang berhasil adalah mereka yang mbeling dengan bidangnya, mereka yang tetap setia dengan bidangnya. Bukan  mereka yang sebentar – sebentar berpindah hanya karena dirasakan tidak menguntungkan.
Ajaran qonaah adalah anugrah Allah yang sangat bernilai. Orang tidak perlu capai – capai mencari banyak contoh akan hebatnya keuletan. Cukup dengan sikap qonaah berarti ia telah berhasil menjadi pelaku keuletan. Tidak lagi membutuhkan bukti – bukti agar bisa ulet. Ijaz ( singkat tidak bertele – tele ) betul  qonaah ini. Bukankah termasuk orang yang qonaah Thomas Alva Edison itu? Dua ribu kegagalan dalam menciptakan lampu, kata sebagian sumber, tetapi  masih tetap menerimanya. Ia tidak lantas pindah menekuni bidang lain. Ahirnya dia berhasil. Dia telah mengikuti  m0u dunia. Dan Allah maha menepati janjinya. Sekarang kita  yang merasakan manfaatnya.
Selama ini qonaah diartikan berkonotasi negatif. Qonaah hanya buat orang – orang yang menjahui kesenangan dunia. Qonaah hanya akan membuat seseorang malas bekerja. Inikan sudah salah kaprah.
Bekerja bareng dengan Allah harus difahami dengan proporsional. Keputusan pemberian mutlak di ‘tangan’ Allah. Pemahaman itu harus tertanam dalam diri kuat – kuat. Sungguhpun demikian , namun Allah tetap memberi kesempatan pada hambanya untuk ikut memberii keputusan.  Seorang hamba harus ikut andil menentukan keputusan tersebut dengan cara melakukan apa – apa yang berkaitan dengan keputusan tersebut.  Jika seseorang ingin Allah memberi keputusan kepada dirinya menjadi orang yang sukses dibidang pendidikan, misalnya, maka ia harus ikut andil dengan cara menekuni, mempelajari, dan menggeluti bidang tersebut. Coba ulangi lagi meneliti ayat berikut.

“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Ayo kapan lagi kita menerima ‘surat lamaran kerja’ dari Allah Dzat Yang Maha memberi. Jangan sangsi terhadap janji-Nya. Janji Allah tidak seperti janji elite politik saat kampanye, janji-Nya juga tidak seperti para pengobral janji. Percayalah tidak ada ruginya berbisnis dengan Allah. Yang ada hanya untung terus. Walaupun kita sering melanggar kesepakatan, namun Allah tetap memaafkan kita dan selalu memberi kesempatan kepada kita.

0 komentar:

Posting Komentar

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut