Jumat, 17 Mei 2013

Jangan malu dengan yang kecil



( Serial sukses dengan tauhid bag: 3 )

‘’ Sesungguhnya Allah tiada malu  membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. “ Q.S. 1 : 26

Jangan malu dengan yang kecil – kecil dalam memulai langkah. Coba pikirkan! Allah saja Yang maha Kuasa menegaskan bahwa tidak malu menciptakan perumpamaan nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Menarik sekali diskusi dalam pengajian tauhid membahas ayat ini. Andaikan saja Allah tidak menegaskan, ‘ sesungguhnya Allah tidak malu...’ sah – sah saja. Orang Allah yang maha segalanya. Kita lah yang harus mencari hikmah dalam penegasan penyampaian tersebut. Ada apa yah kira – kira, kok Allah ‘nyempetin’ mengungkapkan itu. Setidaknya, dalam penyebutan sesuatu, menurut ahli sastra arab, terdapat penguatan kalimat yang bersangkutan. Juga, bisa bermaksud untuk menginformasikan nilai lebih yang terkandung didalamnya. Husus dalam  ayat di atas, banyak menggunakan penguat bahasa. Diantaranya, menurut pengamatan saya,  adalah : harfutaukid, jumlah ismiyyah, dan penyebutan ‘baudhoh’ dengan menggunakan nakirah. Singkatnya, dalam bahasa kita, ayat tersebut terbaca demikian, ..”sungguh, suwer, samber bledek Allah tidak malu membuat nyamuk...”
Pembahasan dari segi bahasa untuk menterjemahkan ayat di atas dirasa perlu agar bisa menemukan ‘ijaz’-nya. Tidak sadarkah kita  Allah mewanti – wanti kepada manusia agar jangan pernah sedikitkan meremehkan hal- hal positif sekecil apapun. Dan, subhanallah, memang pada realitasnya banyak orang yang gagal, kalah hanya karena menyepelehkan perkara kecil.
Salah seorang pengusaha dari Jakarta yang kebetulan ikut pada malam pengajian tauhid di pondok pesantren Bah Sarimah membenarkan masalah gagal hanya karena perkara sepele. “ saya gagal mendapatkan kesepakatan kontrak yang lumayan nilainya karena saya telat 10 menit. Sepele awalnya saya rasa, tapi itu tadi gara – gara sepele gagal yang saya rencanakan.” Beliau menceritakan pengalaman kegagalanya di hadapan musyawirin sambil menampakan muka tidak percaya bahwa al-Qur’an telah membahas kegagalan dirinya yang menyepelekan perkara sepele.
Rasanya lebih banyak orang jatuh kesandung krikil daripada jatuh kesandung batu sebesar gunung , betul tidak?
Dengan sudut pandang berlawanan, pun, perkara kecil tetap harus diperhatikan. Kalau tadi kita mengetahui ‘bahaya’-nya perkara kecil dalam menjadikan orang gagal. Sekarang coba dengan kacamata kesuksesan. Apa bisa perkara kecil bisa membuat seseorang sukses? Bisa. Orang akan lebih sukses memakan semangka dengan dipotong kecil – kecil daripada sekaligus memakanya. Cara kerjanya pun lebih enak dan lebih bersih hasilnya. Namun coba orang yang makanya sekaligus, bisa dipastikan blepotan dan tidak bersih. Masih banyak yang tersisa. Milih mana?
Ngaku atau tidak, ‘orang kecil’ yang dibutuhkan oleh elite politik pada musim kampanye. Dan ada pemandangan yang menarik perhatian saya-berhubung saya ndak tertarik dunia politik –yakni terpilihnya gebernur Jakarta pada 2012 adalah orang yang melekat dengan orang kecil. Ternyata ada kekuatan luar biasa dalam sesuatu yang kecil. Pantasan agama menyuruh manusia untuk ‘mengecilkan’ dirinya ( baca: tawadlu’, merendah)
Burung pipit yang masih banyak kita jumpai dibanding burung elang. padahal yang kecil yang biasanya jadi makanan yang besar.  Tapi kenyataan burung pipt yang berhasil  mempertahankan generasinya. Jangan – jangan karena burung pipit kecil, yah? Wallohu ‘alam.
Kembali pada pemahaman ayat di atas. Allah sudah meyakinkan bahwa Dia tidak malu membuat nyamuk. Lalu,  kenapa kita seorang hamba yang lemah kok malu mengambil langkah – langkah untuk kemajuan hanya karena dirasa kecil dan tidak ada prestise di dalamnya.
Pikirkan juga ancaman bagi orang yang tidak berusaha memahami ciptaan Allah walau sekecil nyamuk.   Ingat dengan ciptaan nyamuk, banyak yang Allah sesatkan dan denganya pula banyak yang ditunjukan oleh-Nya. Harapan kita orang – orang yang diberi petunjuk adalah kita. Dan orang – orang yang disesatkanya adalah Israel dan Amerika. Amin ya rabal ‘alamin.
Karenanya, marilah kita jangan pernah menyepelekan sesuatu yang bisa menghantarkan ke tempat keberhasilan. Tidak usah malu pada yang demikian. Malunya kita harus diarahkan pada yang bersangkutan dengan pelanggaran ibadah seperti membiarkan diri kita lari dari rel aslinya : khairo umatin.
Nabi Sulaiman berhenti sejenak memberi kesempatan kepada semut untuk bersembunyi dalam rumahnya agar terhindar dari rombongan yang akan lewat. Begitu hebatnya kekuasaan nabi Sulaiaman, masih sempat memperhatikan semut yang kecil.
Tidak ada yang tidak berawal dari kecil. Coba perhatikan sekeliling kita,  seluruhnya tidak ada yang ‘bimsalabim’ langsung besar. Lah...kalau sudah tahu begitu, apalagi alasanya untuk malu. Menghitung saja dimulai dari yang kecil : Dari mulai satu, dua, tiga dan seterusnya. Tidak mungkinlah langsung  seratus, seribu, sejuta. Sebagai penegas bahwa semuanya berawal dari hal kecil, adalah QS. An –Nisa : 1
 
“ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lai], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Sangat terang dalil – dalil yang menjelaskan agar kita tidak menyepelehkan perkara kecil. Jika kita mau mencarinya lebih gigih lagi, niscaya akan ditemukan lagi dalil – dalil yang lainya dengan berpijak dari banyaknya umat yang menyepelekan perkara kecil. Biasa dalam bahasa qur’an, disaat banyak yang ingkar, penyebutanya diulang – ulang sebagai penguat.
Wallahu’alam bishawab.

0 komentar:

Posting Komentar

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut